Punya Banyak Pecahan Mata Uang, Berapa Nilai Tukar Dolar Singapura ke Rupiah Hari Ini?


Selama 2 bulan terakhir, mengalami pelemahan terhadap dollar AS karena dipicu oleh terjadinya capital outflow atau dana keluar dari keuangan. Meski demikian, dalam beberapa kali rupiah sempat mengalami rebound di pasar spot. Pelemahan terbesar berlangsung pada awal Februari 2018 sebesar 1,56% ketika pasar saham dan bergerak drastis pasca data pasar Amerika Serikat AS dirilis.

Sementara itu, hari ini, Jumat (23/2) nilai tukar Singapura ke rupiah berdasarkan data dari Index berada di angka Rp 10.349,03 per SGD. Kurs Singapura di beberapa bank yang ada di Indonesia juga tidak jauh berbeda. Kurs beli Singapura berdasarkan e-rate di BCA dipatok Rp 10.340,34, sedangkan kurs jual SGD Rp 10.360,34. Sedangkan di Bank Mandiri kurs beli Singapura Rp 10.178,00 dan kurs jual Rp 10.456,00.

Meskipun rupiah belakangan ini melemah, beberapa pedagang valuta asing atau money changer menyebutkan bahwa tak ada kenaikan yang drastis terhadap jual beli dolar AS. “Normal saja sih, biasa saja. Tidak ada menurun drastis atau meningkat drastis. Jadi di sini tidak begitu pengaruh,” ujar Dedi Yuliadi, petugas di money changer Dua Sisi cabang Senayan City di Jakarta, seperti dilansir Katadata.

Dedi menambahkan, transaksi jual beli dalam sehari bisa mencapai 120 kali. Dari jumlah tersebut penjualan mata uang asing lebih besar dari pembelian. “Sekitar 40% beli, 60% jual,” kata Dedi. Mata uang asing yang menurutnya paling banyak ditransaksikan adalah dolar AS, dolar Singapura, dan yen Jepang.

rupiah - www.tribunnews.com

rupiah – www.tribunnews.com

Senada, petugas Bali Inter Money Changer cabang Plaza Senayan, Andreas Laksianto juga mengatakan belum terlihat kenaikan transaksi yang drastis. “Sama saja seperti biasa (jumlah pelanggan). Kadang 100 orang, kadang kurang dari 100. Tidak menentu,” beber Andreas.

Melemahnya nilai tukar mata uang terhadap dolar AS ternyata bukan hanya dialami oleh rupiah saja, namun juga dialami mayoritas mata uang dunia. Hal ini disebabkan oleh maraknya aksi jual atau sell off di bursa saham global karena para pelaku pasar melihat peluang kenaikan suku bunga AS lebih cepat dari perkiraan.

Di Indonesia sendiri keberadaan dolar Singapura ternyata cukup . Bahkan kabarnya dolar Singapura banyak disukai oleh para pelaku tindak pidana korupsi. Sejumlah koruptor disebut-sebut memakai mata uang Singapura ini sebagai alat transaksi. Setelah dolar Singapura, di belakangnya ada dolar AS yang juga tak kalah populer. Baru kemudian rupiah menduduki peringkat 3. Lantas apa yang menyebabkan dolar Singapura lebih disukai?

Rupanya alasannya cukup sederhana. Dolar Singapura cukup populer lantaran mata uang Negeri Singa ini mempunyai pecahan 10 ribu. Apabila dikonversikan ke dalam rupiah, 10 ribu dolar Singapura setara dengan Rp 103 juta. Jadi dengan selembar uang kertas tersebut para pelaku tindak pidana korupsi sama saja seperti mengantongi uang senilai Rp 103 juta. Cukup efisien memang. Akan tetapi keberadaan pecahan mata uang SGD 10.000 kabarnya cukup langka dan proses pencairannya tak bisa dilakukan di Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, keberadaan uang SGD 10.000 juga cukup langka di negara asalnya sekalipun. Selain pecahan mata uang 10 ribu dolar Singapura, pecahan mata uang SGD lainnya yang juga pernah dipakai dalam kasus korupsi adalah SGD 1.000. Karena adanya tren penggunaan pecahan mata uang SGD 10.000 untuk korupsi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan surat edaran yang melarang pencairan uang 10.000 dollar Singapura di Indonesia.

Menurut Kepala PPATK Muhamad Yusuf, surat edaran tersebut diharapkan tidak hanya diberlakukan untuk dolar Singapura saja tetapi juga untuk penukaran mata uang asing lainnya seperti dolar AS dalam pecahan besar. Yusuf menilai, dengan adanya surat edaran bisa mempersempit adanya praktik tindak korupsi di Indonesia. “Aturan pembatasan transaksi tunai perbankan diharapkan akan membatasi transaksi tunai dan menggunakan uang asing. Hal ini juga akan membantu mengurangi tingkat korupsi dan politik uang,” kata Yusuf seperti dilansir Kompas.

Masih berkaitan dengan pencegahan tindak korupsi dan penyuapan, pun berencana membuat aturan yang membatasi besaran uang tunai yang dapat dibawa oleh seseorang. Yusuf mengatakan, penggunaan uang tunai dalam jumlah besar selama ini rawan dipakai dalam praktik suap, selain itu penggunaan uang tunai juga sulit dilacak oleh PPATK. “Dengan demikian bisa diketahui, apakah orang ini wajar menukarkan uang sebanyak itu. Apakah ia relevan mempunyai uang sebanyak itu,” jelasnya.

Sebagai informasi, mata uang dolar Singapura dicetak dan diatur penggunaannya oleh Otoritas Moneter Singapura. Satu dolar Singapura dibagi menjadi 100 sen. Seperti halnya Indonesia, di Singapura memiliki 2 jenis uang, yakni uang logam dan uang kertas. Pecahan uang koin di Singapura antara lain 1 sen, 5 sen, 10 sen, 20 sen, 50 sen, dan 1 dolar Singapura.

Sedangkan untuk pecahan mata uang kertas tersedia mulai SGD 2, SGD 5, SGD 10, SGD 20, SGD 50, SGD 100, dan SGD 1.000. Di antara sekian pecahan mata uang kertas dolar Singapura, pecahan SGD 20, SGD 25, dan SGD 10.000 termasuk pecahan yang jarang dipakai, oleh sebab itu ketersediaannya juga cukup langka di pasaran. Di money changer pun biasanya hanya melayani penukaran dolar Singapura dalam pecahan-pecahan mata uang yang umum digunakan saja.

https://kursrupiah.net/punya-banyak-pecahan-mata-uang-berapa-nilai-tukar-dolar-singapura-ke-rupiah-hari-ini/15700/

Terimakasih sudah Berkunjung Di website kami, JIka anda senang dengan artikel ini, jangan lupa vote ya :D, Oh ya kelanjutan artikel ada di bagian paling bawah.

Terima kasih sudah berkunjung Di website kami, Jika anda senang dengan artikel ini, jangan lupa vote ya :D, kelanjutan artikel ada di bagian paling bawah.


Bantu Like Fanspage Kami ya close[x]
Bantu Like Fanspage Kami ya Atau Tunggu 60 Detik