Remaja Isap Vape Tingkatkan Risiko Racun Penyebab Kanker


yang menggunakan e-cigarette ( sebagai vape atau vapor) mengekspos diri mereka pada racun kanker, terutama jika mereka memilih produk rasa buah, demikian bunyi terbaru yang dimuat jurnal Pediatrics tanggal 5 Maret 2018. Tes urine menunjukkan peningkatan kadar lima racun berbeda tubuh remaja yang menggunakan e-cigarette.

Rokok Elektrik - www.cbc.ca

Rokok Elektrik – www.cbc.ca

Remaja yang menggunakan rokok elektrik memiliki jumlah racun tiga kali lebih banyak daripada remaja yang tidak pernah menggunakannya, demikian temuan para peneliti. Dan, semua racun diketahui atau diduga sebagai karsinogen. “Salah satu alasan mengapa lebih banyak remaja menggunakan produk ini adalah mereka merasa aman atau lebih aman daripada merokok. Berdasarkan hasil ini, jika remaja terus menggunakan produk ini selama bertahun-tahun, kami yakin ini bisa berbahaya,” kata pemimpin peneliti Dr. Mark Rubinstein, seorang profesor pediatri di Universitas California, San Francisco.

Toksin, seperti acrolein, acrylamide, acrylonitrile, crotonaldehyde, dan propylene oxide, semuanya termasuk kelas bahan kimia yang dikenal sebagai senyawa organik volatile (VOC). Secara , e-cigarette rasa buah menghasilkan kadar acrylonitrile yang jauh lebih tinggi. Itu menjadi perhatian karena rasa buah yang paling populer di kalangan remaja dan acrylonitrile adalah karsinogen yang diketahui.

“Saat ini, banyak rasa e-cigarette yang dipasarkan tampaknya jelas menargetkan remaja,” sambung Rubenstein. “Saya pikir, sulit untuk membantah bahwa Anda memasarkan produk ini kepada orang yang mencoba menyapih rokok saat Anda menawarkan rasa seperti ‘unicorn poop’ dan permen karet.”

Rubenstein  melanjutkan bahwa senyawa organik volatile dilepaskan saat cairan e-cigarette dipanaskan sampai pada titik ketika menjadi uap. Cairan tersebut mengandung pelarut yang diberi aditif tambahan, namun bila dipanaskan, aditif ini bisa membentuk senyawa kimia lainnya, termasuk VOC.

VOC beracun juga hadir dalam rokok tembakau tradisional, dan dalam jumlah yang lebih banyak. Para peneliti di balik studi baru tersebut mengatakan bahwa ‘pengguna ganda’, remaja yang bergantian antara merokok dan mengisap e-cigarette, memiliki tingkat racun lima kali lebih tinggi daripada mereka yang hanya menggunakan vape.

Untuk mengetahui paparan kimia dari e-cigarette, para peneliti melihat tiga kelompok , yaitu pengguna e-cigarette, ‘pengguna ganda’ yang juga merokok rokok tradisional, dan remaja yang tidak merokok atau vape. Para peneliti merekrut 103 peserta dengan rata-rata 16 tahun, dan menganalisis sampel urine dari semua untuk senyawa organik volatile yang berpotensi berbahaya.

Semua e-rokok muncul untuk menciptakan VOC, bahkan yang tidak mengandung nikotin. Acrylonitrile dan acrylamide ditemukan pada tingkat yang tinggi dalam urine remaja yang mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan nicotine-laced e-liquid. “Meskipun sebagian besar remaja menggunakan produk yang mengandung nikotin, beberapa tidak melakukannya dan kami dapat menemukan toksin ini, bahkan di dalamnya. Itu karena pelarutnya masih dalam produk ini, bahkan jika tidak ada nikotin,” tambah Rubinstein.

Sementara itu, penasihat ilmiah senior untuk American Lung Association, Dr. Norman Edelman, menuturkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi rokok elektronik tidak berbahaya selama ini adalah salah. “Pendekatan yang paling aman adalah berhenti merokok, dan untuk remaja, pendekatan yang paling aman adalah pencegahan merokok,” kata Edelman.

Penting:   Diagnosis Alergi Penisilin (Mungkin) Bisa Keliru

Sumber http://sehat.link/remaja-isap-vape-tingkatkan-risiko-racun-penyebab-kanker.info

Terimakasih sudah Berkunjung Di website kami, JIka anda senang dengan artikel ini, jangan lupa vote ya :D, Oh ya kelanjutan artikel ada di bagian paling bawah.

Terima kasih sudah berkunjung Di website kami, Jika anda senang dengan artikel ini, jangan lupa vote ya :D, kelanjutan artikel ada di bagian paling bawah.

Tag :
Category : Tips Kesehatan
Baca Berita Selengkapnya :
  • Rekonstruksi Payudara dengan ‘Pencangkokan’ Lemak Usai Mastektomi Rekonstruksi Payudara dengan ‘Pencangkokan’ Lemak Usai Mastektomi
    Ada berbagai pilihan untuk melakukan rekonstruksi setelah operasi kanker payudara. Bila mastektomi dilakukan, rekonstruksi dapat dicapai dengan menggunakan berbagai bentuk implan, atau dengan jari...
  • Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Sekunder Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Sekunder
    Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dan ada beberapa faktor bisa membuat Anda lebih mungkin terkena kanker sekunder, dan beberapa di antaranya berada di bawah kendali An...
  • Manfaat dan Risiko Kunyit untuk Kesehatan Manfaat dan Risiko Kunyit untuk Kesehatan
    Popularitas kunyit sebagai ‘makanan super’ saat ini memang tengah menanjak. Penjualan rempah pedas yang kaya rona kuning tersebut telah meningkat selama beberapa tahun terakhir dan diperkirakan ak...
  • Ternyata Obesitas Juga Menyuburkan Kanker Ternyata Obesitas Juga Menyuburkan Kanker
    Obesitas juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker. Obesitas adalah suatu kondisi di mana tubuh memiliki proporsi lemak berlebih yang tidak sehat. Hal tersebut mengganggu berbagai kese...

Bantu Like Fanspage Kami ya close[x]
Bantu Like Fanspage Kami ya Atau Tunggu 60 Detik