Tips Ahli Tentang Cara Berhenti Merokok


Semua orang tahu bahwa merokok itu tidak baik untuk , karena merupakan penyebab langsung paru, kanker, dan jantung, selain juga menjadi penyebab kematian nomor satu di banyak negara di dunia. Tetapi, bagi mereka yang kecanduan merokok, untuk berhenti dari kebiasaan tersebut bisa sangat sulit. Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk berhenti dari mengisap tembakau?

Cara Berhenti Merokok - rockingmama.id

Cara Berhenti Merokok – rockingmama.id

“Tidak ada kata terlambat atau terlalu dini untuk berhenti merokok,” ujar Nancy Rigotti, MD, seorang Direktur di Massachusetts General Hospital Tobacco Research and Treatment Center. “ menunjukkan bahwa bahkan orang yang berhenti ketika usia sudah 65 tahun ke atas, dapat menikmati masa yang lebih lama dan lebih .”

Strategi perilaku bisa membantu untuk berhenti merokok, obat-obatan juga bisa membantu, tetapi yang terbaik adalah kombinasi keduanya. Strategi perilaku dapat mencakup konseling dari penyedia layanan kesehatan, swadaya dari situs web atau layanan pesan teks, dan/atau dukungan . Jika seseorang memiliki masalah psikologis yang mendasar seperti depresi, kecemasan, alkohol, atau gangguan penggunaan zat lain, menangani masalah tersebut pada saat yang bersamaan membuatnya lebih mungkin berhasil untuk berhenti merokok

Terapi Pengganti Nikotin

Bentuk terapi pengganti nikotin (NRT) meliputi permen karet, pelega tenggorokan, inhaler, dan semprotan hidung. Dr. Rigotti menunjukkan bahwa aman untuk menggunakan lebih dari satu jenis NRT pada saat yang bersamaan. Kombinasi NRT adalah tempelan (yang bersifat long acting) ditambah agen short-acting (seperti permen karet, pelega tenggorokan, inhaler, atau semprotan hidung), dan lebih efektif daripada satu bentuk NRT saja.

Saat mempertimbangkan NRT, perokok perlu mempertimbangkan dosis masing-masing produk yang mereka butuhkan. Sebagai contoh menggunakan patch nikotin. Untuk patch lama, seseorang yang merokok lebih dari 10 batang rokok per hari harus memulai dengan dosis tertinggi patch (21 mg/hari) setidaknya selama enam minggu. Namun, mereka yang merokok kurang dari 10 batang rokok per hari atau berat badan di bawah 99 kilogram, harus diawali dengan patch dosis menengah (14 mg/hari) selama enam minggu, diikuti 7 mg/hari selama dua minggu.

Sementara, jika menggunakan permen karet nikotin, seseorang yang merokok lebih dari 25 batang rokok per hari sebaiknya menggunakan dosis 4 mg. Mereka yang merokok kurang dari itu harus menggunakan dosis 2 mg. Kunyah satu potong permen karet setiap kali ada dorongan untuk merokok (sampai 24 buah permen karet per hari) setidaknya selama enam minggu.

“Untuk hasil yang terbaik, kunyah permen karet sampai rasa nikotin muncul, lalu ‘tempelkan’ permen karet di antara gigi dan pipi Anda sampai rasanya hilang, lalu kunyah beberapa kali lagi. Lepaskan lebih banyak nikotin,” sambungnya. “Ulangi ini selama 30 menit, lalu buang permen karet, karena pada saat itu semua nikotin telah dilepaskan.”

Perokok dengan masalah gigi atau yang menggunakan gigi palsu bisa lebih baik dengan permen nikotin lozenge. Perokok yang merokok dalam waktu 30 menit setelah bangun harus menggunakan dosis 4 mg, sementara perokok yang menunggu lebih dari 30 menit setelah terbangun untuk merokok harus menggunakan dosis 2 mg. Tempatkan lozenge di mulut selama 30 menit. Biarkan mencair, tidak perlu dikunyah.

Obat untuk Berhenti Merokok

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa 12 minggu obat varenicline dan bupropion efektif dan aman pada pasien yang ingin berhenti merokok. Dr. Rigotti menekankan bahwa varenicline ‘adalah agen yang paling efektif’ dan tidak berisiko dibandingkan agen lainnya, bahkan pada pasien dengan masalah kejiwaan. Pesan ini perlu diberikan pada pasien dan dokter.

Dia menjelaskan bahwa NRT dapat digunakan dengan varenicline atau bupropion. Satu obat lain yang patut disebutkan adalah nortriptyline, antidepresan yang lebih tua yang juga digunakan untuk rasa kronis. Ini sangat efektif, namun dikaitkan dengan efek samping seperti mulut kering, konstipasi, dan penambahan berat badan. Seperti halnya pengobatan, dokter dan pasien perlu mempertimbangkan riwayat , pengobatan saat ini, dan preferensi pribadi.

Penting:   Studi Terbaru: Radiasi Ponsel Tingkatkan Risiko Tumor Saraf?

Sumber http://sehat.link/tips-ahli-tentang-cara-berhenti-merokok.info

Terimakasih sudah Berkunjung Di website kami, JIka anda senang dengan artikel ini, jangan lupa vote ya :D, Oh ya kelanjutan artikel ada di bagian paling bawah.

Terima kasih sudah berkunjung Di website kami, Jika anda senang dengan artikel ini, jangan lupa vote ya :D, kelanjutan artikel ada di bagian paling bawah.

  • Judi adalah Candu dan Bagian Gangguan Perilaku Judi adalah Candu dan Bagian Gangguan Perilaku
    Bagi penggemar olahraga, entah itu sepakbola atau American footbal, pasti sudah tidak asing lagi dengan judi. Bagi kebanyakan penjudi, bertaruh untuk hasil acara olahraga, undian berhadiah, permai...
  • Dua Faktor Penyebab Hilangnya Memori Manusia Dua Faktor Penyebab Hilangnya Memori Manusia
    Terlepas dari faktor usia, sebagian dari Anda tidak mungkin memiliki ingatan yang tanpa cela. Orang yang bisa mengingat daftar angka yang sangat panjang atau mengingat hal-hal kecil dalam kehidupa...
  • Nasihat Baru Mengenai Penyakit Flu Nasihat Baru Mengenai Penyakit Flu
    Flu, meski bisa dikatakan bukan penyakit yang tergolong ‘berat’, namun rutin menyerang manusia, terutama ketika musim dingin dan penghujan. Tiap tahun, beragam jenis flu muncul, dengan jumlah ...
  • Panduan Penggunaan Ponsel untuk Kurangi Risiko Penyakit Panduan Penggunaan Ponsel untuk Kurangi Risiko Penyakit
    Tidak bisa dipungkiri, seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran perangkat mobile seperti ponsel cerdas memang menjadi kebutuhan wajib bagi banyak orang. Kecanggihan smartphone pun semakin berk...
  • 5 Masalah Umum pada Anak yang Sering Dianggap Gejala ADHD Padahal Bukan 5 Masalah Umum pada Anak yang Sering Dianggap Gejala ADHD Padahal Bukan
    Attention deficit hyperactivity disorder, atau ADHD, merupakan gangguan yang mulai umum, dengan satu dari 10 anak berusia antara 4 tahun hingga 17 tahun telah didiagnosis dengan masalah ini. Jadi,...

Bantu Like Fanspage Kami ya close[x]
Bantu Like Fanspage Kami ya Atau Tunggu 60 Detik